Mantan Walikota Jakarta Barat Dijebloskan Ke Sel LP Salemba

Jakarta,nusantaratoday.com-Mantan Wali Kota Jakarta Barat, Fatahillah kini sudah mendekam di Rumah Tahanan Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (13/7) siang.

Pria yang saat ini menjabat Asisten Bidang Kesejahteraan Rakyat (Askesra) Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu tersandung kasus dugaan korupsi refungsionalisasi sungai dan penghubung di Jakarta Barat pada tahun 2013.

Berkas perkara kasus dugaan korupsi dengan tersangka mantan Wali Kota Jakarta Barat, Fatahillah, dinyatakan lengkap alias P-21.

Kepala Kejaksaan Jakarta Barat, Reda Mantovani mengatakan bahwa kasus ini sebenarnya ditangani oleh Kejaksaan Agung.

Namun, karena lokasinya berada di wilayah Jakarta Barat, maka terdakwa dilimpahkan kasusnya di Kejaksaan Negeri Jakarta Barat.

“Hari ini sudah dilakukan penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik Kejagung ke penuntut umum,” kata Reda di kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, Kembangan, Jakarta Barat, Kamis (13/7).

Saat ini, berkas perkara, berikut tersangka, dan alat bukti kasus yang terjadi pada 2013 itu sudah dilimpahkan penyidik kejaksaan kepada Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (JPU Kejari) Jakarta Barat.

“Diserahkan kepada Kejari Jakbar karena wilayah ini merupakan locus¬†delicti (tempat terjadinya suatu tindak pidana),” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, Reda Manthovani,¬†Kamis (13/7/2017).

Dia mengatakan, selanjutnya Fatahillah, terhitung mulai hari ini, akan menjalani masa tahanan selama 20 hari di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba, Jakarta Pusat.

“Tersangka statusnya berubah menjadi terdakwa karena sudah layak disidangkan. Sidangnya sekitar satu sampai dua minggu lagi,” lanjutnya.

Fatahillah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penertiban refungsionalisasi atau normalisasi sungai/kali dan PBH di Jakarta Barat pada 2013 senilai Rp 66,6 miliar dengan kerugian negara mencapai Rp 4,8 miliar.

Saat proyek tersebut dikerjakan, Fatahillah menjabat sebagai Kepala Pelaksana Kegiatan Pemeliharaan dan Operasional Infrastruktur Pengendalian Banjir Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Barat.

Terlihat Fatahillah masih menggunakan pakaian baju koko lengan panjang putih.

Dia dijemput dari Gedung Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat saat sedang bekerja.

Setelah itu, pria berkacamata itu dibawa ke kantor Kejaksaan Jakarta Barat dan diserahkan ke Rutan Salemba.

Tak ada sedikit kata pun keluar dari mulut Fatahillah. Dia pun tampak pucat saat dibawa oleh pihak Kejaksaan. Untungnya, saat digiring, Fatahillah tidak diborgol.

Kasus tersebut merupakan pengembangan dari kasus dugaan korupsi pengelolaan dana swakelola pada Sudin PU Tata Air Jakarta Barat tahun 2013, 2014 dan 2015.

Dalam kasus itu, sebanyak 14 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka yang diduga merugikan keuangan negara Rp 5 miliar.

“Saat ini sudah dianggap lengkap dan P-21 dan layak di sidangkan. Petugas membawa ke Rutan Salemba. Anggaran sebesar Rp 4,8 miliar,” ungkapnya.

Modus dugaan korupsi yang dilakukan oleh tersangka F adalah memerintahkan anak buahnya untuk mengerjakan suatu kegiatan agar dapat mengeluarkan anggaran dari Pemkot Jakarta Barat.

“Kalau kita lihat tindak pidana korupsi ga mungkin sendirian. Itu namanya korupsi pasti ada jamaahnya,” ucapnya.

Sekretaris Kota Jakarta Barat, Asril Marzuki ditetapkan sebagai tersangka. Ketika ditanya kapan akan ditahan, Reda mengaku menunggu dari penyidik Kejaksaan Agung untuk melimpahkan kasus tersebut.

“Saat ini Kejari Jakarta Barat hanya menerima pelimpahan. Tergantung dari teman-teman penyidik saja,” kata dia.

Dalam waktu dekat, Fatahillah akan menjalani persidangan di Tipikor. “Dalam dua minggu kedepan sedang kita buat dakwaan. Sekitar awal atau pertengahan Agustus akan disidangkan,” pungkasnya.(dbs/Mhd)

 

Leave a Comment